Siswa SMK Al-Islam Joresan Laksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Melalui Pembentukan K7 dalam Suara Demokrasi

Dalam rangka mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, SMK Al-Islam Joresan melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Suara Demokrasi”. Salah satu bentuk nyata dari kegiatan ini adalah pembentukan K7, sebuah organisasi yang bertujuan untuk melatih siswa dalam berorganisasi serta mempraktikkan prinsip-prinsip demokrasi di lingkungan sekolah.
Pembentukan K7 sebagai Bentuk Implementasi Demokrasi di Sekolah
K7, yang merupakan singkatan dari Komisi 7, terdiri dari tujuh komisi yang masing-masing bertanggung jawab atas bidang-bidang penting dalam kehidupan sekolah. Komisi-komisi ini mencerminkan keragaman dan dinamika dalam berorganisasi serta memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pengambilan keputusan. Setiap komisi dikelola oleh siswa yang dipilih melalui proses pemilihan yang demokratis.
Beberapa komisi yang dibentuk dalam K7 ini meliputi:
Komisi Pendidikan dan Pengembangan Kompetensi
Bertanggung jawab untuk mengawasi dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan pendidikan yang menunjang peningkatan kualitas belajar siswa, termasuk pengembangan keterampilan dan literasi digital.
Komisi Kedisiplinan dan Tata Tertib
Mengawasi pelaksanaan aturan sekolah dan memastikan siswa mematuhi tata tertib yang telah disepakati bersama.
Komisi Sosial dan Kesejahteraan Siswa
Berfokus pada kegiatan sosial, kesejahteraan siswa, serta mengorganisir bantuan untuk siswa yang membutuhkan.
Komisi Lingkungan Hidup dan Kebersihan
Mengupayakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan hijau melalui kegiatan penghijauan dan pengelolaan sampah.
Komisi Seni, Budaya, dan Olahraga
Bertugas mengembangkan bakat siswa dalam bidang seni, budaya, dan olahraga dengan menyelenggarakan berbagai event atau kegiatan yang mendukung.
Komisi Keagamaan dan Moralitas
Mengadakan kegiatan yang bersifat spiritual dan moral untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan serta etika di kalangan siswa.
Komisi Humas dan Media
Mengelola komunikasi dan informasi antara siswa, guru, serta masyarakat luar melalui berbagai media, baik cetak maupun digital.

Proses Pemilihan dan Implementasi Demokrasi
Proses pembentukan K7 ini dimulai dengan kampanye pemilihan ketua dan anggota komisi yang dilakukan oleh para kandidat dari masing-masing kelas. Mereka memperkenalkan visi dan misi melalui berbagai media, baik secara langsung di depan teman-teman mereka maupun melalui media sosial sekolah. Pemilihan dilakukan secara terbuka dan demokratis, di mana setiap siswa memiliki hak untuk memilih perwakilan terbaik mereka.
Melalui pemilihan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami proses demokrasi, tetapi juga menghargai pentingnya suara setiap individu dalam pengambilan keputusan. Ini adalah bentuk pembelajaran nyata tentang bagaimana prinsip-prinsip demokrasi dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pendidikan.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Suara Demokrasi
Pembentukan K7 sebagai bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMK Al-Islam Joresan bertujuan untuk mewujudkan profil pelajar yang berkarakter, mandiri, gotong royong, serta mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi. Nilai-nilai Pancasila, seperti musyawarah untuk mufakat, tanggung jawab, dan menghargai perbedaan pendapat, menjadi landasan dalam seluruh proses kegiatan ini.
Projek P5 ini juga memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam mengelola organisasi, mengambil keputusan yang berorientasi pada kepentingan bersama, serta memahami makna dari tanggung jawab sosial. Dengan adanya K7, siswa dilatih untuk memiliki kepemimpinan yang baik, bekerja sama, serta berpikir kritis dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi sekolah.
Penutup
Melalui kegiatan P5 dengan tema “Suara Demokrasi” ini, SMK Al-Islam Joresan berhasil memfasilitasi pengembangan karakter siswa sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Pembentukan K7 menjadi salah satu langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini, sekaligus melatih siswa untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan peduli terhadap sesama. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dilanjutkan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah serta masyarakat di masa depan.