Pertemuan Wali Santri Kelas X, XI, dan XII SMK Al-Islam Joresan Tahun Ajaran 2026/2027

Joresan, 22 Agustus 2026 — SMK Al-Islam Joresan menyelenggarakan Pertemuan Wali Santri Kelas X, XI, dan XII pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bertempat di Masjid Khodijah Bintu Khuwailid, Pondok Pesantren Al-Islam Joresan. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dan dihadiri oleh wali santri kelas X, XI, dan XII.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Islam Joresan, Drs. KH. Usman Yudi, M.Pd.I, Wadir Bidang Akademik, Administrasi, dan Keuangan Pondok, Drs. Ruslan Abdul Ghoni, Kepala SMK Al-Islam Joresan, serta Bapak/Ibu Guru SMK Al-Islam Joresan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tahlil yang diikuti oleh seluruh wali santri dan keluarga besar SMK Al-Islam Joresan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Pimpinan Pondok Pesantren Al-Islam Joresan, Drs. KH. Usman Yudi, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan arahan terkait penanganan dan kedisiplinan siswa. Kedisiplinan menjadi salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter peserta didik selama berada di lingkungan pondok pesantren maupun sekolah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik antara pihak pondok, sekolah, guru, dan wali santri dalam melakukan pendampingan serta pengawasan terhadap peserta didik. Beliau juga menekankan pentingnya perhatian bersama terhadap perilaku dan perkembangan siswa sehingga berbagai permasalahan yang muncul dapat ditangani dengan baik dan sedini mungkin.
Selanjutnya, Wadir Bidang Akademik, Administrasi, dan Keuangan Pondok, Drs. Ruslan Abdul Ghoni, menyampaikan informasi dan himbauan berkaitan dengan administrasi keuangan. Dalam penyampaiannya, wali santri dihimbau untuk segera menyelesaikan kewajiban dan kekurangan administrasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Penyelesaian administrasi diharapkan dapat dilakukan dengan tertib sehingga mendukung kelancaran pelaksanaan berbagai program pendidikan dan kegiatan peserta didik di lingkungan Pondok Pesantren Al-Islam Joresan dan SMK Al-Islam Joresan.
Dalam kesempatan berikutnya, Kepala SMK Al-Islam Joresan menyampaikan berbagai informasi dan program sekolah. Salah satu hal yang menjadi penekanan adalah penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Kepala sekolah mengharapkan agar tujuh kebiasaan tersebut tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah dan pondok, tetapi juga dipantau dan dibiasakan oleh Bapak/Ibu wali santri di lingkungan keluarga. Sinergi antara sekolah, pondok, dan keluarga diperlukan agar kebiasaan positif tersebut dapat menjadi bagian dari karakter peserta didik. Penerapan kebiasaan secara konsisten diharapkan mampu membentuk peserta didik yang lebih disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala sekolah juga menyampaikan mengenai Program Kelas Industri bagi peserta didik kelas X. Program tersebut merupakan salah satu upaya SMK Al-Islam Joresan dalam meningkatkan kompetensi peserta didik agar lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri. Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, disampaikan adanya administrasi Kelas Industri sebesar Rp150.000,00 per bulan. Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus menjadi bekal bagi peserta didik dalam mempersiapkan masa depan.
Bagi peserta didik kelas XII, pihak sekolah menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2026. Wali santri diharapkan dapat memberikan dukungan kepada putra-putrinya dalam mempersiapkan diri menghadapi pelaksanaan TKA, baik melalui pendampingan belajar maupun dengan menjaga kedisiplinan dan kesiapan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan rencana kunjungan kampus dan kunjungan industri bagi peserta didik kelas X dan kelas XII. Kunjungan kampus diharapkan dapat memberikan wawasan kepada peserta didik mengenai dunia pendidikan tinggi, pilihan program studi, serta peluang melanjutkan pendidikan setelah lulus dari SMK. Sementara itu, kunjungan industri menjadi sarana untuk memberikan pengalaman dan gambaran secara langsung mengenai lingkungan kerja serta perkembangan dunia industri.
Salah satu bagian penting yang turut disampaikan Kepala SMK Al-Islam Joresan adalah mengenai peran Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Al-Islam Joresan dalam membantu peserta didik dan alumni memperoleh informasi serta akses terhadap berbagai peluang setelah menyelesaikan pendidikan.
BKK menjadi salah satu program strategis sekolah dalam mewujudkan lulusan yang siap kerja, siap kuliah, dan siap berwirausaha. Melalui berbagai kerja sama dan layanan yang dikembangkan, sekolah terus berupaya memberikan pendampingan kepada alumni dalam menentukan pilihan karier maupun pendidikan lanjutan.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan, dari alumni SMK Al-Islam Joresan tercatat 21 alumni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, 22 alumni telah bekerja, dan 24 alumni menjalankan usaha atau berwirausaha. Selain itu, terdapat 1 alumni yang sedang dalam proses pendaftaran TNI AD.
Data tersebut menjadi gambaran bahwa lulusan SMK Al-Islam Joresan memiliki beragam jalur setelah menyelesaikan pendidikan, baik melalui pendidikan tinggi, dunia kerja, kewirausahaan, maupun pengabdian melalui jalur kedinasan/militer. Pihak sekolah juga terus mendorong keberadaan BKK agar semakin optimal dalam memberikan informasi lowongan pekerjaan, menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, serta mendampingi alumni dalam memasuki dunia kerja. Pertemuan wali santri ini menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi dan sinergi antara Pondok Pesantren Al-Islam Joresan, SMK Al-Islam Joresan, guru, dan wali santri. Berbagai informasi yang disampaikan diharapkan dapat dipahami dan ditindaklanjuti bersama demi mendukung perkembangan peserta didik.





