Navigasi Karier Internasional Lulusan SMA/SMK: Strategi Menembus Pasar Kerja Global Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan

PONOROGO – Langkah konkret dalam memperluas peluang kerja tingkat global bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus diperkuat. Pada Kamis (24/9/2026), SMKN 1 Sawoo Ponorogo menjadi tuan rumah penyelenggaraan edukasi keuangan bertajuk “Navigasi Karier Internasional Lulusan SMA/SMK: Strategi Menembus Pasar Kerja Global Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga penjaminan, serta sektor perbankan. Hadir dalam agenda tersebut:
- Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia;
- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Ibu Hj. Mitro’atin, S.Pd., M.M.;
- Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, Bapak Maskun, S.Pd., M.M.;
- Perwakilan PT Jamkrindo; serta
- Perwakilan sektor perbankan, di antaranya BNI, BRI, dan Bank BJB.
Acara ini diikuti oleh seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK, pengurus Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK, serta Guru Bimbingan Konseling (BK) SMA se-Wilayah Ponorogo. Fokus utama pertemuan ini adalah membedah penawaran kerja sama penempatan kerja di luar negeri, khususnya di kawasan Asia dan Timur Tengah, yang dipaparkan secara langsung oleh pihak LPK Alfi Studi Center.


Dalam paparannya, LPK Alfi Studi Center mengenalkan skema kerja sama penyerapan tenaga kerja terampil lulusan SMA/SMK untuk mengisi kebutuhan industri internasional. Pemaparan ini tidak hanya berfokus pada kesiapan keahlian teknis (hard skills), melainkan juga kesiapan finansial para calon pekerja migran muda.Kehadiran perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, PT Jamkrindo, serta sektor perbankan nasional seperti BNI, BRI, dan Bank BJB menjadi langkah krusial dalam memberikan kepastian skema pembiayaan legal sekaligus literasi keuangan.Melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI), perbankan siap mendampingi calon pekerja sejak tahap persiapan awal. Selain itu, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, penggunaan saluran remitansi resmi, hingga pemanfaatan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) untuk jangka menengah dan masa purnatugas.Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat memberikan pelindungan penjaminan finansial guna mengantisipasi risiko penipuan serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dengan demikian, para lulusan SMA/SMK di wilayah Ponorogo memiliki kesiapan yang matang, legalitas terjamin, serta ketahanan finansial dalam meniti karier di tingkat internasional.





