SMK Al-Islam Joresan Tingkatkan Kompetensi Guru Melalui Workshop Penyusunan Modul Ajar Berbasis Deep Learning Tahun Pelajaran 2026/2027

Joresan, 12 Juli 2026 – Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang selaras dengan arah kebijakan pendidikan nasional, SMK Al-Islam Joresan menyelenggarakan Workshop Penyusunan Modul Ajar Berdasarkan Pendekatan Deep Learning dan Pembelajaran Berbasis Cinta pada Ahad, 12 Juli 2026, bertempat di Aula Ibnu Hajar Pondok Pesantren Al-Islam Joresan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru SMK Al-Islam Joresan sebagai bagian dari persiapan pembelajaran Tahun Ajaran 2026/2027.
Workshop menghadirkan Dr. Basuki, M.Ag, selaku Ketua Program Studi Doktoral Studi Islam UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan konsep Deep Learning sebagai pendekatan pembelajaran yang mendorong peserta didik belajar secara bermakna (meaningful learning), sadar (mindful learning), dan menyenangkan (joyful learning). Pendekatan ini menekankan agar peserta didik tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu memahami konsep secara mendalam, mengaitkannya dengan kehidupan nyata, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan berkarakter.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Basuki, M.Ag didampingi oleh tim fasilitator yang terdiri atas:
- Dr. Wildan Nafii, M.Pd.I
- Dr. Muhammad Muklis Huda, M.Pd
- Muklas Habibi, M.Pd
Berbeda dengan workshop pada umumnya, kegiatan ini lebih banyak difokuskan pada praktik langsung penyusunan perangkat pembelajaran. Para guru dibimbing secara bertahap mulai dari menyusun Tujuan Pembelajaran (TP), mengembangkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), menyusun Modul Ajar, hingga merancang Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing.



Melalui pendampingan intensif tersebut, setiap guru diharapkan mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang sistematis, kontekstual, dan sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Penyusunan modul ajar juga diarahkan agar mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih mendalam, relevan dengan kebutuhan peserta didik, serta mendukung tercapainya kompetensi dan penguatan karakter.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang kondusif dan penuh semangat. Para peserta secara aktif mengikuti setiap tahapan praktik penyusunan perangkat pembelajaran hingga menghasilkan rancangan awal TP, ATP, Modul Ajar, dan KKTP yang siap disempurnakan serta diimplementasikan pada proses pembelajaran Tahun Ajaran 2026/2027.
Melalui workshop ini, SMK Al-Islam Joresan menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berkualitas. Dengan penerapan pendekatan Deep Learning, diharapkan proses pembelajaran di kelas menjadi lebih bermakna, menyenangkan, serta mampu membentuk lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan tinggi.





